Pemalu dapat didefinisikan sebagai
perasaaan gelisah yang dialami seseorang terhadap pandanagn oranglain atas
dirinya. Perilaku pemalu adalah sikap bawaan sejak lahir, hal ini nampak bahwa
ada bayi yang cenderung menarik diri dengan menangis bila didekati orang selain
ibunya atau pengasuhnya. Hal ini adalah wajar, karena setiap individu
memerlukan waktu untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
A.
CIRI-CIRI ANAK PEMALU
Sikap pemalu pada anak bisa dikatakan
wajar apabila ditunjukan dengan proporsisi yang cukup. Apabila tanda-tanda
pemalu ditunjukan anak dengan sikap yang berlebihan, hal itu perlu diwaspadai,
baik oleh orangtua maupun pendidik atau guru. Karena pada dasarnya sikap ini
berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dalam tahapan selanjutnya.
Biasanya anak menunjukkan rasa malu
pada seseorang yang belum dikenal. Pada umur 5 tahun rasa malu juga ditunjukkan
pada saat seseorang akan memberikan penilaian terhadap tingkah lakunya.
Ciri-ciri
lain yang lebih spesifik dari sifat pemalu tampak dari perilaku anak sebagai
berikut:
1) Menghindari kontak mata dengan oranglain
Hal ini tampak ketika anak melihat kita sekilas dan saat
kita memperhatikannya, maka dengan buru-buru anak akan mengalihkan pandangannya
kearah lain. Hal lainnya adalah ketika kita mengajak anak berbicara, anak
terkesan menunduk dan tidak memperhatikan kita.
2) Tidak banyak bicara
Dalam hal ini bila ditanya anak hanya akan menjawab antara
“ya atau tidak”. Untuk anak yang lebih ekstrim, ketika ditanya anak hanya akan
mengengguk dan menggeleng.
3) Tidak memiliki keberanian untuk tampil didepan umum
Bila tampil didepan orang banyak anak mengalami demam
panggung yang ditandai dengan gemetar, berkeringat, dan lainnya.
B.
FAKTOR PENYEBAB PEMALU
Faktor
lain yang mempengaruhi perilaku anak menjadi pemalu dapat disebabkan oleh:
1) Masa Kanak-Kanak yang Kurang Gembira
Ada sebagian anak yang mengalami hal-hal yang kurang
menyenangkan pada masa kanak-kanaknya. Misalnya orangtua sering
berpindah-pindah, orangtua bercerai, orangtua meninggal, dipaksa pindah sekolah
atau dihina oleh teman dan sebagainya. Semua pengalaman itu mengakibatkan
terganggunya hubungan sosial mereka dengan lingkungan, suka menghindar atau
mundur, dan tidak berani bergaul dengan orang yang tidak dikenal.
2) Kurang Bermasyarakat
Sifat pemalu akan terjadi bila anak hidup dengan latar
belakang dimana ia diabaikan oleh orangtuanya, atau dibesarkan dalam lingkungan
keluarga yang mengasingkan diri, terlalu dikekang sehingga mereka tidak dapat
mengalami hubungan sosial yang normal dengan masyarakat.
3) Perasaan Rendah Diri
Mungkin perasaan malu itu timbul karena anak bertubuh
pendek, bersikap kaku atau mempunyai kebiasaan yang jelek, lalu berusaha
menutupinya dengan cara menyendiri atau menghindari pergaulan dengan oranglain.
Karena kurang merasa percaya diri dan beranggapan dirinya tidak sebanding
dengan oranglain, ia tidak suka memperlihatkan diri di keramaian.
4) Pandangan Orang Lain
Melabel anak dengan sebutan pemalu. Anak yang dilabel dengan
sebutan terseut akan membuat dirinya tidak berani mencoba dan mengalami
kesulitan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
sifat pemalu juga bisa muncul bila anak
pernah dicemooh atau diccela didepan oranglain, sehingga menyebabkan si anak
merasa takut pada reaksi yang diberikan oranglain terhadap perbuatan dan
tingkah lakunya.
Banyak anak yang menjadi pemalu karena
pandangan orang lain yang telah merasuk ke dalam dirinya sejak kecil. Mungkin
orang dewasa sering mengatakan bahwa ia pemalu, bahwa guru dan teman-temannya
berpendapat sama, sehingga anak ini benar-benar menjadi seorang pemalu.
C.
DAMPAK SIKAP PEMALU TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK
Dampak
lain yang dapat ditimbulkan oleh sifat pemalu antara lain adalah:
1. Kehilangan keberanian mengemukakan pendapat.
2. Anak pemalu dapat mengalami krisis eksistensi dalam kelompok
sebaya.
3. Anak pemalu dalam pergaulan tidak cepat menjadi hangat
terutama dengan orang asing.
4. Dapat memicu kebiasaan berkelanjutan.
Misal : Ketika sedang disekolah, karena malu mengatakan
ingin buang air kecil akhirnya mengompol. Keadaan ini dapat terus berlanjut,
bila tidak segera ditangani, sehingga anak mempunyai kebiasaan mengompol.
5. Anak menjadi kurang kreatif karena tidak memiliki
kepercayaan diri untuk menunjukkan potensi dirinya.
D.
CARA MENGATASI ANAK PEMALU
Ada
beberapa cara untuk mengatasi anak pemalu:
1. Memerlukan Introspeksi
Orangtua atau orang dewasa memberikan rasa aman yang cukup
kepada anak-anak dan mengasihi mereka. Anak diberi kesempatan untuk
mengungkapkan si hatinya.
2. Memberikan Kepercayaan
Dengan membangun rasa percaya diri terhadap orang lain.
Orangtua harus mempercayai anak supaya dengan semakin dipercayai anak belajar
semakin percaya dengan orang lain.
3. Memperluas Hubungan Sosial
Bila anak menjadi pemalu karena tidak mempunyai kesempatan
untuk sering bergaul, maka sebaiknya orangtua mengajak anak untuk berinteraksi
dengan lingkungan sehingga anak
terdorong untuk bergaul dengan oranglain.
Pemalu termasuk salah satu permasalahan
anak usia dini, dimana kemampuan anak dalam bersosialisasi dan berinteraksi
belum berlangsung maksimal. Untuk itu anak memerlukan proses adaptasi atau
penyesuaian diri dengan linglkungannya. Apabila proses adaptasi ini dapat
dilalui dengan baik, maka proses interaksi akan berjalan dengan optimal. Hal
ini dipengaruhi oleh pola asuh yang diberikan orangtua dan lingkungan sekitar
dalam memberikan dan membenruk kemampuan sosial kepada anak. Pada
dasarnya sikap pemalu berkaitan denngan perasaan takut. Perasaan takut yang
dimaksud adalah bentuk perilaku anak yang tidak memiliki keberanian untuk
mengungkapkan apa yang dirasakannya.
Sebagai orangtua atau pendidik harusnya
bersikap tanggap terhadap sikap pemalu anak pemalu. Karena perlu waktu yang
cukup lama untuk mengarahkan anak. Selain itu kerjasama antara pendidik dengan
orangtua harus di adakan untuk menghadapi sikap anak yang pemalu. Sehingga
sikap anak dapat diminimalisir.